Panen Jagung Pakan di Desa Gersik Perkuat Ketahanan Pangan dan Peran BUMDes
Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Gersik
Gersik, Maret 2026 — Desa Gersik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan menjadi salah satu lokasi pengembangan jagung pakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung sektor peternakan. Panen jagung pakan dilaksanakan di lahan BUMDes Nanjung Holtikultura Desa Gersik dan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah.
Pengembangan jagung pakan menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat hilirisasi sektor pertanian. Jagung memiliki posisi penting karena merupakan salah satu bahan utama pakan ternak, khususnya untuk unggas dan ternak ruminansia. Ketersediaan jagung yang stabil diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus mendukung kestabilan pasokan produk pangan asal ternak bagi masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, sepanjang tahun 2025 luas tanam jagung di Kabupaten Kuningan mencapai sekitar 3.189 hektare, dengan luas panen 3.039 hektare. Dari luasan tersebut, produksi jagung tercatat mencapai 17.556 ton dengan produktivitas rata-rata sekitar 57,83 kuintal per hektare.
Produksi jagung juga terus berlanjut pada awal tahun 2026. Pada periode Januari hingga Februari 2026, Kabupaten Kuningan mencatat produksi jagung pakan sebesar 8.015 ton dari luas panen sekitar 1.489 hektare, dengan produktivitas rata-rata 53,83 kuintal per hektare. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor tanaman pangan, khususnya komoditas jagung, tetap memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Panen yang dilakukan di Desa Gersik sekaligus menunjukkan keterlibatan kelembagaan desa melalui BUMDes dalam mengelola potensi pertanian secara produktif. Keberadaan BUMDes diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi desa, tetapi juga dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal, membuka peluang usaha, dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi berbasis pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menilai jagung pakan merupakan bagian penting dari rantai ketahanan pangan. Pengembangan komoditas tersebut diarahkan agar produksi pertanian di tingkat desa dapat terhubung dengan kebutuhan sektor peternakan. Dengan pola tersebut, hasil pertanian masyarakat tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem ekonomi yang lebih luas melalui pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan ternak.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pertanian yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Petani berperan dalam menghasilkan komoditas jagung, sementara kelembagaan desa, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan pihak terkait dapat berkolaborasi dalam mendukung proses produksi, pemanfaatan hasil panen, hingga pengembangan peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi lebih besar.
Pendampingan kepada petani juga menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan komoditas jagung. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan sebelumnya menegaskan bahwa pendampingan teknis dilakukan mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen agar budidaya jagung dapat berjalan sesuai dengan standar yang baik.
Bagi Desa Gersik, kegiatan panen jagung pakan menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi pertanian yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi di tingkat desa.
Pengembangan jagung pakan juga memiliki hubungan erat dengan sektor peternakan. Ketika ketersediaan bahan baku pakan dapat dipenuhi secara lebih baik dari produksi lokal, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan sekaligus membantu menjaga ketersediaan sumber protein hewani seperti daging dan telur bagi masyarakat.
Melalui pengembangan sektor pertanian dan penguatan peran BUMDes, Desa Gersik memiliki peluang untuk terus meningkatkan pemanfaatan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Panen jagung pakan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dengan menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi pembangunan desa.